Uji Coba Tol Cipali. Bangkitnya Era Sedan dan Mobil Kencang

Kesempatan uji coba tol Cipali akhirnya tiba. Hari Senin kemarin, saya sengaja menyempatkan diri untuk mencoba tol terpanjang dan terbaru di Indonesia dengan tujuan Cirebon. Tidak peduli masih musim mudik, hanya butuh waktu 2,5 – 3 jam dari UKI hingga sampai di Cirebon. Dengan aspal mulus dan track lurus, Lancer EX saya hajar dengan kecepatan konstan 180 km/jam!! Hanya jika berpapasan dengan mobil lain, kecepatan sedikit saya turunkan hingga 140 – 150 km/jam, untuk menghindari kemungkinan mobil tersebut berpindah jalur secara tiba-tiba. Andaikan tidak muncul peringatan slow down, mungkin saya lupa diri dan terus menerus menghajar EX tanpa henti.

Gambar di atas bukan dari mobil saya. Gambar tersebut berasal dari posting rekan-rekan EX.ID di chat whatsapp. Sudah jadi rahasia umum bahwa Lancer EX seringkali mengalami slow down saat dipacu pada kecepatan tinggi. Inilah pertama kali saya mengalami slow down. Tadinya saya heran dengan mobil rekan-rekan di EX.ID yang sering mengalami hal ini. Jangan-jangan mobil mereka sudah tidak standar lagi pikir saya.

Apabila membaca di buku owners manual, peringatan slow down muncul karena oli CVT terlalu panas. Pada kondisi ini, mesin kemudian mengatur agar temperatur turun dengan cara mengurangi putaran mesin dan kecepatan kendaraan. Karena sudah terlalu sering dibahas, saya tidak kaget dan mencoba menurunkan kecepatan hingga 60-80 km/jam. Tidak sampai satu menit, indikator tersebut hilang dengan sendirinya. Sejak kejadian tersebut, saya menurunkan kecepatan maksimal menjadi 140 – 160 km/jam dan tidak lagi mendapatkan peringatan slow down.

Peringatan slow down pada kasus saya muncul karena memacu  kendaraan 180 km/jam secara konstan dan dalam waktu cukup lama. Sempat diawali dengan bunyi mencuit sebelum peringatan timbul di layar. Tidak langsung tapi pada kesempatan kedua atau ketiga. Kasus ini sungguh unik dan menarik untuk dianalisis lebih lanjut karena belum pernah terjadi pada mobil-mobil saya sebelumnya. Dua mobil sedan saya sebelum ini menggunakan transmisi matik konvensional, sedangkan satu-satunya mobil CVT sebelum ini adalah SUV, sehingga tidak berani saya pacu seperti halnya sedan. Saya memang belum mengganti oli CVT sejak membeli mobil. Tadinya saya hendak mengganti bersama dengan service 75.000 km bulan lalu tapi dianjurkan oleh SA pada kunjungan berikutnya di 80.000 km, sesuai dengan buku petunjuk service. Nanti akan saya coba lagi saat oli CVT telah diganti.

Pengalaman berkendara di jalan tol Cipali yang panjang dan mulus membuat saya berpikir ulang mengenai mobil yang cocok dengan Indonesia di masa depan. Jika nanti tol Jakarta – Surabaya selesai 2018 dan kedua ujung pulau Jawa tersambung sesuai target 2019 (rasanya kali ini kita boleh optimis mengingat tol Cipali selesai sesuai target), maka mobil yang dibutuhkan adalah mobil yang dapat dipacu dengan kencang dan stabil dalam kecepatan tinggi. Memang pabrikan berlomba mengeluarkan kendaraan jenis SUV dan crossover menyusul MPV yang sudah populer lebih dahulu, tapi rasanya dengan adanya tol lintas Jawa (disusul pulau-pulau lainnya) maka era-nya sedan hidup kembali.

Ground clearance tinggi bukanlah lagi faktor penting seperti halnya kapasitas angkut dan fuel consumption. Kemampuan akselerasi adalah faktor utama. Bukan sekedar mobil kencang, tapi juga stabil saat bermanuver saat menyalip kendaraan lain yang lebih lambat. Keduanya mutlak diperlukan jika ingin lekas sampai. Kedua faktor ini melekat pada kendaraan jenis sedan. Fitur cruise control juga akan menjadi pertimbangan karena jarak tempuh yang jauh seringkali membuat kaki lelah. Kemungkinan besar fitur ini akan menjadi standar mobil baru di kemudian hari. Mungkin belum sampai pada fitur canggih adaptive cruise control yang dilengkapi sensor khusus sehingga sanggup menghentikan mobil secara otomatis, tapi setidaknya fitur cruise control standar yang saat ini sudah banyak diterapkan pada mobil-mobil baru.

Satu lagi faktor penting yang seringkali terlupakan adalah faktor safety. Dual air bag dan fitur ABS menjadi barang wajib jika ingin melintasi tol lintas Jawa. Untuk saat ini crash test rating belum jadi perhatian pabrikan, terutama mereka yang memproduksi mobil sejuta umat. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan mobil sejuta umat atau LCGC saat melintasi tol lintas Jawa. Bukannya mendoakan hal buruk, tapi musibah bisa datang kapan saja tanpa bisa kita dihindari. Dengan jalan yang begitu mulus dan panjang maka kecepatan rata-rata kendaraan sangat tinggi sehingga berbanding lurus dengan resiko kecelakaan. Mobil yang baik adalah kendaraan yang sanggup melindungi penumpangnya dari kematian saat terjadi kecelakaan, bukan sekedar alat transportasi dengan kapasitas besar dan fitur seadanya. Dengan body kaleng dan tingkat keselamatan rendah, mobil sejuta umat atau LCGC hanya cocok digunakan di dalam kota, bukan untuk melintasi tol lintas Jawa.




Prediksi saya, pasar mobil medium dan mid size sedan seken akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Mobil seperti Mitsubishi Galant, Mazda 6, atau bahkan Toyota Camry 3.5 Q V6  dan Honda Accord 3.5 V6 sangat kencang, stabil, nyaman dan aman sehingga sangat layak digunakan melintasi tol Cipali. Begitu juga Honda Civic atau Lancer, jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan mobil baru sejuta umat/LCGC. Harganya pun lebih terjangkau.

Meskipun demikian, memelihara mobil yang sudah berumur bukan berarti tanpa resiko. Kebanyakan mobil-mobil tadi kurang mendapat perawatan yang baik, karena biaya perawatannya jauh lebih tinggi dibandingkan mobil sejuta umat. Jadi sebelum melintas di jalan tol yang panjang, harus dilakukan persiapan khusus agar kemungkinan terjadinya mogok  di tengah hutan dapat dihindari.

Berikut persiapan yang perlu dilakukan jika anda hendak melintasi tol Cipali menggunakan mobil berumur:

1. Periksa kendaraan anda di bengkel langganan. Lakukan perawatan berkala seperti mengganti oli, filter, busi, memeriksa rem, ban, tekanan angin dan mengganti karet wiper. Lakukan juga spooring sekaligus memeriksa kaki-kaki agar tampil prima saat dipacu pada kecepatan tinggi.

2. Pastikan semua komponen yang menyebabkan mobil bisa mogok juga diperiksa. Misalnya radiator, selang-selang, aki, alternator, fuel pump dll. Lakukan penggantian dengan unit baru jika ada kemungkinan rusak. Periksa juga AC apakah bekerja dengan normal. Tentu kita tidak ingin berkendara dalam jarak jauh dengan AC yang tidak dingin atau mati. Pastikan juga semua lampu bekerja dan tidak ada yang putus. Baik itu lampu depan, maupun lampu belakang.

3. Siapkan alat-alat darurat jika terjadi kerusakan atau ban bocor. Mulai dari ban serep, kunci-kunci, tire inflator, car battery charger, dongkrak dsb. Alat tambal ban juga bisa dipertimbangkan untuk dibawa bersama dengan kotak P3K dan segitiga pengaman. Siapa tau ban yang bocor lebih dari satu.

Setelah persiapan untuk mobil lengkap, tidak ada salahnya juga melengkapi mobil anda dengan perlengkapan khusus yang menambah kenyamanan saat menempuh perjalanan jauh.

1. Memasang GPS sangat membantu apabila kita memasuki daerah yang belum dikenal. Handphone saat ini sudah dilengkapi GPS tapi seringkali kerepotan menangkap sinyal satelit dan tergantung internet. Gunakan GPS offline seperti modul GPS yang menyatu dengan layar head unit atau bisa juga GPS tempel (meskipun rawan mengundang maling dan membutuhkan kabel charger). Karena menggunakan antena tambahan biasanya sangat powerful dalam menangkap sinyal satelit meskipun langit berawan. Jangan lupa update map terbaru karena seperti halnya GPS milik saya, tol cipali belum ada di dalam peta.

jangan lupa update map terbaru. tol cipali belum ada di peta gps milik saya

2. Tidak ada salahnya memasang TPMS untuk menghindari resiko kehabisan angin di tengah perjalanan. Dengan TPMS, ban bocor cepat diketahui sehingga bisa mencari rest area terdekat untuk mengganti ban dengan aman atau keluar pintu tol dan mencari bengkel terdekat. Hindari mengganti ban/menambah angin di bahu tol karena sangat berbahaya dan resiko ditabrak pengendara lain sangat tinggi.

3. Apabila mobil anda belum dilengkapi dengan fitur cruise control, tidak ada salahnya mencari tahu apakah bisa dipasang. Mobil seperti Mitsubishi Lancer EX, Pajero Sport, Outlander Sport bisa ditambah dengan mudah dengan harga terjangkau. Honda Civic FD dan beberapa mobil Honda lainnya juga bisa ditambah fitur cruise control dengan mudah. Ada kalanya kaki kita lelah saat menempuh perjalanan jauh, maka fitur cruise control bisa memanjakan kaki kita untuk istirahat sejenak. Cukup menggunakan jempol, mobil bisa berjalan tanpa bantuan kaki.

4. Perjalan jauh tidak selalu lancar. Kadang kala kita juga bisa terjebak dalam kemacetan parah, misalnya akibat musim mudik atau ada kecelakaan di jalan tol. Ada baiknya jika head unit kendaraan anda dilengkapi layar yang sanggup memutar berbagai macam format video atau bahkan televisi. Siapkan file video music atau film dalam flash drive/external hard drive. Jika head unit anda belum support video dengan jenis format terbaru, tidak ada salahnya membawa DVD yang banyak untuk hiburan bagi anda dan penumpang lainnya.

5. Selalu mengisi bensin dengan RON tinggi agar tarikan mobil maksimal. Jangan lupa isi penuh tangki karena kita tidak tahu kapan terjadi macet dan mungkin saja kita tidak sempat mencapai rest area terdekat. Selalu hitung jarak tempuh bensin yang ada di tanki dan bandingkan dengan jarak tujuan. Jangan pernah mengambil resiko menunda mengisi bensin agar tidak mogok di tengah jalan. Lebih baik mengisi bensin penuh di Jakarta karena bensin RON tinggi tidak selalu ada di daerah dan kualitasnya lebih baik daripada di daerah.

6. Gunakan bluetooth saat menerima telpon kala berkendara. Beberapa mobil baru sudah dilengkapi head unit yang support fitur ini. Ada baiknya juga anda mengganti head unit jika belum dilengkapi dengan fitur ini. Apabila memungkinkan, pasang tombol handsfree di setir agar bisa menerima dan menolak telpon tanpa menggerakan tangan dari setir.

7. Jangan lupa membawa car charger agar bisa mengisi handphone saat low bat. Tentunya kita tidak ingin handphone mati saat terjadi masalah dengan mobil ketika berada di tengah hutan. Pastikan car charger berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.

Nah  jika semuanya sudah siap, mari kita nikmati perjalanan keliling pulau menggunakan mobil kencang dan aman. Semakin kencang mobil yang kita gunakan maka semakin cepat kita sampai. Semakin tinggi crash test rating mobil semakin aman kita sampai di tempat tujuan.

Advertisements

5 thoughts on “Uji Coba Tol Cipali. Bangkitnya Era Sedan dan Mobil Kencang

  1. Emang beda sih sedan yang dirancang untuk high speed dengan mpv, apalagi mini mpv(city car) kaya Karimun Estilo saya. Sharing dikit nih Bos ngebut pake pake mobil entry level, dulu sebelumnya saya bawa Accord Cielo kalau di tol sih larinya anteng bos tapi yg repot kalau nyari parkir sama isi bensin(boros).

    Sekarang pake Suzuki Karimun Estilo buat harian enak bos, cari parkir gampang, bensin lebih irit dua kalinya Accord(secara CC mesin jg nggak sampai setengahnya), perawatan murah. Nah TAPI pas di Tol cmn berani sampai 140kpj(gas belum mentok) dan cruising-nya cmn berani di 110-120kpj. Cari aman aja bos, habis kalau di salip bus AKAP body langsung goyang, wajar sih karena per ori belakang empuk banget dan lebar body gak seberapa.

    Like

    • Memang tarikan berbanding lurus dengan konsumsi bensin. Hampir tidak mungkin mendapatkan mobil kencang dengan konsumsi irit, kecuali menggunakan teknologi khusus seperty hybrid pada Toyota Camry hybrid atau skyactiv di Mazda6 dan CX-5. Mobil bermesin diesel juga irit dibandingkan bensin.

      Mobil kecil seperti Karimun Estilo jelas didesain khusus untuk perkotaan, tapi sebaiknya tidak turun ke jalan tol lintas Jawa. Bukan tanpa alasan mobil-mobil ber CC besar begitu populer di Amerika. Ini erat kaitannya dengan jalan-jalan di sana yang sangat panjang dan menghubungkan semua negara bagian. Di negeri tetangga seperti Australia juga cukup populer. Mobil kencang, bahkan AWD, sangat diperlukan untuk mempersingkat jarak tempuh saat melintasi ujung ke ujung pulau. Bahkan jika perlu mobil turbo dan ber-cc besar. Bukan turbo irit dengan cc kecil yang mulai populer di mobil baru keluaran Eropa.

      Like

  2. mau nanya oli cvt untuk lancer EX pake apa ya gan, habisnya di tempat ane belum ada yg dapet jenis oli yg tipe CVT-J1 sesuai yg ditulis di manual book.
    mohon bantuannya.

    Like

    • Kalau di buku manual butuh DIA QUEEN CVTF-J1. Karena oli cvt didesain khusus ada baiknya hanya menggunakan oli tadi. Harusnya bisa dibeli via bengkel resmi. Kecuali memang mau mencari oli performance yang pastinya lebih mahal. Sempat baca juga kalau J1 sudah diganti dengan J4, tapi karena belum pernah ganti oli CVT, baik Lancer EX maupun Outlander Sport, ada baiknya diskusikan langsung dengan bengkel resmi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s