DIY: Splash Shield Repairment

Akibat ngebut di tol Cipali kemarin, splash shield saya jadi bolong. Memang saya yang salah, seharusnya sejak awal sudah melakukan reparasi. Mungkin akibat pasang lampu atau plat samping, tempat baut robek satu. Akibatnya splash shield tidak menempel dengan rapat pada satu bagian. Harusnya saya belajar dari pengalaman di mobil sebelumnya, jika ada satu saja baut yang copot maka bisa berakibat splash shield sobek. Saat kendaraan dipacu kencang, splash shield terdorong ke arah ban. Sedikit demi sedikit maka akan bolong, hingga akhirnya jebol.

Part orisinil splash shield tidak murah, bisa mencapai Rp 600.000/pcs. Memang ada produk KW-nya dengan harga terjangkau tapi bahannya begitu tipis dan kualitasnya tidak layak. Karena saya dulu pernah beli splash shield KW untuk galant, maka saya masih menyimpan part orisinil yang sudah rusak. Belajar dari para pakar modifikasi galant, saya juga sempat melakukan reparasi part KW yang rusak menggunakan part orisinil tersebut. Biasanya mereka yang mengganti bumper facelift (lebih sering disebut sebagai bumper VR-4) terpaksa memodifikasi splash shield bawaan agar sesuai dan bisa menempel sempurna pada bumper baru. Nah, karena bahan untuk reparasi tersedia, saya memutuskan untuk melakukan reparasi splash shield daripada membeli baru.

Tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Siapkan alat-alat berikut:

  • Dongkrak
  • Kunci/impact wrench
  • Obeng
  • Spidol
  • Cutter
  • Amplas
  • Rivet
  • Solder
  • Cat semprot

2. Lepaskan splash shield sesuai petunjuk. Bisa dengan cara mencopot ban atau cukup dengan mendongkrak mobil (tanpa mencopot ban). Tadinya saya berencana mencopot ban, tapi ternyata cordless impact wrench yang saya gunakan tidak berhasil melepas baut roda. Karena malas mengeluarkan tenaga, saya memutuskan melepas splash shield tanpa mencopot ban.

3. Siapkan pola menggunakan kertas karton. Berdasarkan pola tadi, potong splash shield bekas menggunakan cutter. Amplas secukupnya bahan tersebut sebelum ditempel ke lubang.

4. Buat titik target rivet menggunakan spidol, kemudian lubangi target menggunakan solder.

5. Pasang bahan menggunakan rivet. Pastikan paku rivet menggunakan ukuran yang pas.

Karena paku rivet sisa modifikasi sebelumnya tidak cukup, saya kemudian membeli lagi namun kali ini ternyata terlalu pendek. Karena pendek maka gampang lepas. Saya akhirnya memutuskan untuk menambahkan mur dan baut di beberapa titik agar kencang. Nanti akan saya cek lagi apabila banyak yang copot setelah penggunaan dalam periode tertentu, akan saya pasang ulang menggunakan paku rivet yang sesuai. Khusus pada bagian baut yang sobek, saya terpaksa membuat tambalan namun masih terlihat kurang rapi. Ini juga akan saya perbaiki agar lebih enak dilihat (penggunaan baut dan mur sangat mencolok, akan diganti rivet). Saat ini biarlah apa adanya dulu, yang penting tidak ada bagian yang lepas.

6. Setelah terpasang, paku rivet saya cat menggunakan cat semprot hitam (sisa modifikasi sebelumnya) agar warna rivet tersamar. Andaikan ada yang menjual rivet warna hitam mungkin finishing ini tidak perlu dilakukan.

Agar lebih jelas prosesnya, saya sudah menyiapkan video DIY: Splash Shield Repairment. Enjoy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s