Uji Coba SJCam SJ5000+

Sudah seminggu lebih saya dapat pinjaman action camera keluaran SJCam yaitu SJ5000+. Bersama dengan Xiaomi Yi, keduanya digadang-gadang sebagai produk alternatif dari GoPro HERO. Meski pun GoPro HERO sudah masuk ke generasi 4, tapi memang harganya cukup menguras kantong. Bagi yang ingin sekedar punya dan tidak mencari kualitas terbaik tentunya SJ5000+ layak untuk dicoba. Saya sendiri membutuhkan action camera untuk sesekali membuat dokumentasi saat touring bersama rekan-rekan klub.

Karena budget yang ditawarkan cukup menarik, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba terlebih dahulu sebelum membeli. Kelebihan utama SJ5000+ dibandingkan Yi adalah pada mount dan case yang sudah masuk dalam paket pembelian. Begitu juga layar display yang terdapat pada bagian belakang kamera. Kedua faktor inilah yang membuat SJ5000+ relatif unggul. Mount dan case penting untuk mendapatkan angle video terbaik; dan preview melalui layar display sangat membantu saat menentukan posisi yang pas bagi kamera.

Tidak usah berharap terlalu berlebihan, karena memang kamera ini sesuai dengan harganya yang berada dikisaran 2 jutaan. Software linkineyes di smartphone androdi sering crash dan video mengalami lag saat dipantau melalui handphone adalah hal biasa. Belum lagi kemampuan batere yang begitu cepat habis (perlu mempertimbangkan batere cadangan) dan bodi kamera cepat panas, bahkan sangat panas. Kamera ini juga tidak dilengkapi dengan image stabilizer sehingga gambar yang dihasilkan kurang nyaman dilihat saat saya tes menggunakan sepeda. Tadinya saya mempertimbangkan juga kamera ini sebagai dash cam karena tercantum dalam spesifikasinya. Tapi setelah melihat kemampuan app yang begitu menyedihkan, kita lihat saja nanti setelah saya uji coba secara menyeluruh.

Sebagai permulaan, saya mencoba merekam menggunakan triple suction cup mount SJ141 yang bisa diperoleh dengan mudah melalui situs belanja online, seperti bukalapak.com, dengan harga terjangkau. Karena saya tidak punya tali pengaman dan takut jatuh, uji coba kali ini dilakukan di tempat parkir saja. Resolusi video untuk sementara hanya 1080p@30fps, kemudian saat video editing disimpan dalam resolusi 720p. Lain waktu akan saya naikan menjadi 1080p@60fps.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s