Pasang Kamera Depan – Bagian 1

Setelah lama terlupakan, akhirnya proyek pasang kamera depan dimulai juga. Problem terbesar adalah pemilihan kamera yang tepat. Mitsubishi tidak punya kamera depan versi OEM selain pada Grandis dan Delica. Tidak seperti merek lain semisal Toyota, Honda, Mazda atau Nissan, mereka bisa meletakan kamera aftermarket pada logo. Hal ini penting untuk menghindari tangan usil yang bisa setiap saat iseng mencabut kamera. Dengan menyembunyikan kamera pada logo maka keberadaannya bisa disamarkan. Cukup lama saya melakukan riset namun selalu terbentur pada hal satu ini.

Belakangan saya menemukan kamera depan Nissan yang dijual oleh pedagang lokal. Tanpa menunggu lama langsung saya order dan pasang. Terlepas apakah cocok atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting kamera terpasang lebih dulu. Pemilihan produk aftermarket spesifik untuk sebuah merek mobil sangat penting karena secara desain diperuntukan untuk kamera depan. Tentunya semua aspek sudah diperhitungkan, seperti sudut kamera, cara pemasangan dan daya tahan terhadap cuaca. Tidak semua hal tadi kita peroleh seandainya memilih kamera universal.

Sekedar saran bagi rekan-rekan yang ingin memasang kamera depan, ada baiknya mengunakan modul wireless. Modul ini menawarkan banyak kelebihan dibandingkan kabel bawaan kamera. Selain memudahkan proses pasang, juga bisa menghindari karet seal rusak saat memaksa kabel masuk ke dalam ruang kabin.

Mengingat waktu pasang saat itu sudah sore, untuk sementara tombol front camera belum sempat dibuatkan jalur. Pada tulisan berikutnya akan saya buatkan jalur sekaligus videonya. Sementara tombol voice dial — yang kebetulan sangat jarang digunakan karena sering salah sebut nama–terpaksa mengalah dan saya fungsikan sebagai tombol kamera. Disinilah letak kehebatan fitur direct oem steering remote bawaan Kenwood yang mampu dengan mudah dipasangkan dengan tombol apa saja.

Untuk sementara, kamera depan selalu menyala setiap saat layaknya CCTV. Tentunya ini akan memperpendek umur pakai kamera. Problem inilah yang sempat mejadi perdebatan saat saya memasang kamera mundur. Padahal Kenwood DDX7015BT memberikan tombol spesial untuk mengaktifkan kamera mundur tanpa memindahkan transmisi mundur. Problem ini sudah saya pikir masak-masak dan sedang dipersiapkan tombol khusus untuk mematikan dan menyalakan semua kamera, baik depan dan belakang. Tentunya tetap tombol OEM Mitsubishi agar tidak merusak tampilan dashboard. Nanti akan ada satu tulisan khusus tentang hal ini.

Oh iya, satu hal yang terlupa, mungkin banyak yang bertanya buat apa saya pasang kamera depan? Bukannya sudah kelihatan? Jawabannya adalah mobil sedan punya ground clearance yang rendah. Saat parkir, terkadang bemper depan sering nyangkut. Misalnya saat parkir maju atau saat melewati jalan yang tidak rata, kita khawatir bemper akan kena. Agar lebih jelas, tunggu postingan saya berikutnya yang berisi video lebih detail. Mudah-mudahan lebih jelas.

Advertisements

6 thoughts on “Pasang Kamera Depan – Bagian 1

  1. Gan… Tolong confirm donk

    Utk perpanjang kabel tinggal beli

    beli kabel hdmi male to female (Kabel panjang warna biru)… Dr kabel hdmi male to female Ini kemudian disambungkan ke wifi dongle benarkan ya… Takut salah beli male to male atau sebaliknya female to female

    Belinya Yg brp meter ya?

    Sent from Yahoo Mail on Android

    From:”Red Lancer EX” Date:Sun, Sep 13, 2015 at 11:27 Subject:[New post] Pasang Kamera Depan – Bagian 1

    hiumatic posted: “Setelah lama terlupakan, akhirnya proyek pasang kamera depan dimulai juga. Problem terbesar adalah pemilihan kamera yang tepat. Mitsubishi tidak punya kamera depan orisinil versi OEM selain pada Grandis dan Delica. Tidak seperti merek lain semisal Toyota,”

    Like

  2. Dari pembelian hdmi wifi dongle sebenarnya sdh dapat kabel hdmi male to female tapi cukup pendek (lihat video saya di posting usb/hdmi port). Jika mau beli yang mana, idealnya male to female. Kl terlanjur beli male to male ya tinggal beli lagi converter hdmi female to female. Gak usah ragu atau takut salah, wong harganya jg murah meriah kok (<100rb). Terlalu byk mikir tar gak jadi beli. Untuk panjang ya diatur aja sendiri dengan mobilnya. Kan belum tentu mobil kita sama

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s