Overheat

Hal yang paling menakutkan bagi pemilik mobil seken adalah overheat. Terus terang saya tidak menyangka hal ini bakal terjadi pada lancer saya. Walau usianya sudah 7 tahun, saya sebenarnya masih cukup pede kalau penyakit satu ini belum akan muncul.

Kejadiannya berawal pada minggu kemaren, saat bermacet ria dengan temperatur luar 40°C. Entah kenapa AC tidak dingin. Walau sudah di-setting otomatis namun hanya terasa angin. Sambil berjalan, MID saya ganti tampilan menjadi indikator suhu dan terlihat sedikit melewati titik tengah. Karena penasaran, AC pun saya matikan. Ternyata suhu mesin kembali normal, kurang sedikit dari posisi tengah. Saya pun makin penasaran dan menyalakan aplikasi torque untuk melihat suhu coolant sambil menyalakan AC. Grafik bar tidak memuaskan saya, yang saya butuhkan adalah angka. Hasilnya adalah 105-108°C.

Problem angka coolant sudah pernah saya komplain sebelumnya ke bengkel resmi dengan hasil normal. Saat itu saya hendak mencoba pulang ke Lampung menggunakan Lancer. Saya khawatir ada apa-apa di tengah jalan. Herannya, bengkel resmi menyatakan tidak ada masalah. Padahal jika saya cek di workshop manual, angka normal dari thermostat adalah 82 ± 1.5°C untuk valve opening temperature dan 95°C full-opening temperature. Saya bahkan dicharge biaya yang tidak sedikit untuk pemeriksaan tadi walau pun tanpa ada hasil.

Kali ini saya tidak mau terjebak sekali lagi. Seperti biasa, apabila sudah mentok di bengkel resmi, saya lari ke GT Auto. Memang lokasinya lebih jauh dari tempat tinggal, tapi saya butuh second opinion. Hasilnya adalah condenser fan motor harness (14) harus diganti. Soket terbakar sehingga kipas tidak berputar. Sambil kabel dipesan, kabel yang terbakar diservice sedikit agar mobil bisa saya gunakan dan ganti saat pesanan sudah tiba.

Karena saya lebih tertarik menambah fitur daripada mencari kerusakan mobil, maka semua urusan saya serahkan pada GT Auto. Yang bisa saya ceritakan disini adalah kabel 1355A245 digunakan oleh Outlander Sport lokal. Jika digoogle khusus Lancer CY4A STXHR, yang muncul adalah part number lain. Jika digoogle part number tadi, ternyata juga digunakan oleh Lancer EX. Bisa jadi ini adalah part replacement sehingga tidak ada masalah jika dipakai oleh Lancer EX.

 

Temperatur coolant setelah menggunakan kabel baru berkisar pada ±85°C. Walau pun tidak sama persis dengan standard value tapi masih wajar dibandingkan dengan angka sebelumnya. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi di kemudian hari. Satu poin penting jika kita mengalami masalah seputar pendingin mobil, baik itu AC, kompressor, fan dan radiator adalah bengkel resmi biasanya tidak punya mekanik khusus  untuk ini. Job ini biasanya di-subkontrak ke spesialis AC/radiator. Jadi pelajaran yang bisa dipetik adalah jangan lupa juga untuk konsultasi dengan mereka. Mereka lebih paham walau pun tidak selalu paling benar karena tidak punya engine scanner. Untuk kasus seperti saya yang tidak selesai pada pertemuan pertama, memang sebaiknya mencari alternatif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s