MyGica DVB-T2 USB Digital TV – Bagian 2 (Final)

Seharusnya tulisan ini bisa lebih cepat andaikan toko audio langganan buka. Sayangnya toko audio tersebut tutup selama seminggu kemarin karena pemiliknya sakit. Terpaksa saya pasang sendiri antena beserta kabel ekstension sepanjang 5 meter yang saya beli di toko listrik dekat rumah.

Pekerjaan yang cukup menguras keringat dan melelahkan.

Kebetulan android TV stick yang biasa menempel di mobil sedang dipinjam teman. Padahal saya sudah bersemangat ingin mencoba dan membuat video MyGica DVB-T2 beserta antena pengganti. Karena sudah tidak sabar, terpaksa android TV box yang ada di rumah masuk ke mobil. Hasilnya ternyata lumayan.

Untuk lengkapnya, silahkan anda tonton dulu video yang telah saya siapkan.

Pada saat dilakukan pencarian stasiun, saya berhasil mendapatkan 23 channel. Lumayan banyak walaupun tidak semua stasiun melakukan siaran alias cuma patok frekuensi. Hampir semua sinyal full bar dalam kondisi diam. Saat diuji coba jalan di daerah Depok dan sekitarnya (tol Cijago), hanya TVRI yang bisa bertahan tanpa putus-putus. Televisi yang lain gagal semua.

Pada kesempatan berikutnya, di daerah Jakarta Timur/Jakarta Utara–saat melewati tol Ir. Wiyoto Wiyono, stasiun lain bisa bertahan dalam kecepatan 60 km/jam. Entah karena antena saya yang murahan atau memang demikian. Jadi jika anda tertarik membeli antena yang sama dengan saya, tidak ada jaminan siaran tidak putus-putus. Silahkan anda riset sendiri antena terbaik yang cocok untuk mobil anda dan bisa mempertahankan sinyal dalam kecepatan tinggi.

(+)
– harga murah dibandingkan tv tuner khusus mobil
– fungsi touchscreen di luar remote bawaan
– bentuknya simple
– auto power on setiap menyalakan mobil (ikut android tv)
– gambar jernih dibandingkan tv analog

(-)
– antena bawaan kurang bagus
– saat kehilangan sinyal, aplikasi PadTV HD seringkali hang atau restart
– saat dibawa berkendara, hanya TVRI yang stabil. TV lain bisa stabil hanya di daerah tertentu saja.
– sinyal mudah terganggu saat berkendara melewati deretan gedung-gedung bertingkat

Advertisements

10 thoughts on “MyGica DVB-T2 USB Digital TV – Bagian 2 (Final)

    • Memang penerimaan sinyal DVB-T2 kurang lebih seperti itu. Berdasarkan diskusi dengan teman-teman pengguna TV Tuner Digital di mobil, hanya TVRI yang stabil. Kalau mau bagus harus pakai antenna branded yang harganya sangat mahal.

      Kebetulan saya pakai yang harganya 75rb, jadi terima aja. Toh sudah value for money. Saya jarang nonton TV dan tidak terlalu semangat untuk membeli antenna mahal

      Like

  1. Gan mau tanya, saya lihat postingan awal agan pasang android navigation box. Kemudian pasang android TV. Bukannya kedua alat itu punya fungsi yang mirip bahkan nyaris sama ya?

    Kelemahan android TV mungkin di navigasi ya gan? Dan bukannya agan bilang bisa pakai GPS USB Receiver?

    Trims sblmnya

    Like

    • Pada awalnya saya mau pakai android TV saja, tapi gagal di percobaan pertama. Makanya saya kemudian mencoba modul GPS yang harganya cukup mahal. Belakangan saya menemukan bahwa modul GPS tidak support bluetooth, sedangkan ada gadget saya yg pakai bluetooth yaitu TPMS. Akhirnya saya mencoba lagi Android TV dan berhasil. Android TV support bluetooth.

      Masing2 punya kekuarangan dan kelebihannya. Kalau mau yg murah ya android TV. Kalau mau yang simple dan tidak masalah dengan harga ya modul GPS. Modul GPS tidak perlu repot-repot diurusan setting saat awal koneksi, langsung pakai

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s