Spotify – New Era Radio and Music Industry

Saya termasuk generasi lama yang terlambat menyadari bahwa cara mendengar musik sudah berubah dari radio, CD atau download MP3. Mungkin karena saya pengguna smartphone android yang bebas dan tidak terikat seperti pengguna iPhone. Berbeda dengan pemilik pemutar musik keluaran Apple, mereka sudah lama didikte dengan lagu-lagu dari Apple Store sejak jaman iPod pertama keluar. Cara mendengar musik dengan batasan format lagu, belanja di store dan tanpa memori tambahan. Jadi saya yakin mereka sudah lama punya perilaku mendengar musik era baru, tidak seperti saya.

Saya tidak pernah menyimpan lagu di smartphone karena hanya akan memenuhi memori. Biasanya dengan mencari lagu gratis di internet kemudian disimpan dalam flashdisk dan diputar saat berkendara. Belakangan malah download video musik youtube agar tidak bosan. Jadi sambil dengar lagu bisa sesekali melirik klip lagu yang menarik. Sesekali dengar radio jika bosan. Saya lupa bahwa dengan proses download maka pilihan lagu saya menjadi terbatas. Saya terjebak dengan nostalgia masa lalu karena isinya tidak jauh dari lagu-lagu masa muda. Saya bingung mau download lagu baru apa lagi, kecuali dengar di radio dan kemudian mencari download gratis di internet. Saya lupa cara-cara ini sudah terlalu kuno dan ketinggalan jaman.

Bukannya saya tidak tahu jika sudah ada streaming radio, tapi logika kuno saya berkata buat apa bayar lagi hanya untuk dengar lagu. Kenapa tidak download gratis? Saya lupa proses lama ini punya banyak keterbatasan. Lagu-lagu saya jadi tidak bertambah. Itu-itu saja. Saya baru sadar setelah mencoba fitur baru di DDX9016S yaitu android auto/apple carplay. Apps untuk mobil ini support streaming radio, yang jumlahnya sangat banyak, seperti Spotify dan Pandora. Karena saya menggunakan Android, maka Spotify lah yang jadi pilihan. Pandora hanya bisa diputar di US. Spotify punya jangkauan lebih luas, termasuk Indonesia.

Tentu saya mendengar musik bukan saat olah raga seperti video di atas. Mendengar lagu sambil berlari di alam luas sangat berbahaya karena bisa berakibat fatal. Waktu terbesar saya mendengar  musik (mungkin seluruh waktu) adalah saat di balik setir mobil. Musik penting untuk menemani kita berkendara agar tidak bosan. Musik membuat mood kita lebih baik saat berkendara.

Spotify punya rating sangat tinggi, yaitu 4,5 di playstore dan itunes milik Apple. Angka yang sangat tinggi, mengingat para pemberi rating di store tergolong kejam memberi nilai terhadap apps yang mereka anggap buruk. Memang tidak gratis jika anda ingin menikmati seluruh lagu yang berjumlah 30 jutaan di server mereka. Untuk menikmati fasilitas premium anda harus membayar Rp 79.000/bulan. Mirip dengan langganan tv kabel dengan fasilitas 6 akun untuk keluarga dan teman. Saya sekarang mendengar menggunakan fasilitas gratis tapi cukup terhibur dengan pilihan lagu yang ada.

20160731_075521

Yang unik dari streaming radio, anda punya banyak pilihan playlist, pilihan lagu dan bermacam genre. Anda juga tidak akan ketinggalan update hits lagu terbaru karena tersedia pilihan top 100 atau lagu rilis terbaru. Mungkin inilah yang diidamkan oleh pendiri Apple almarhum dulu. Jualan lagu sekaligus menggantikan fungsi broadcasting lagu yang sudah ada. Jika youtube membunuh MTV, maka streaming radio seperti Spotify membunuh radio tradisional. Anda tetap mendengarkan radio tradisional karena gratis dan adanya penyiar yang bisa menambahkan pesan update, tapi jika tujuan anda adalah musik, maka streaming radio rules!!

Kekurangan dari streaming radio adalah koneksi internet. Paket internet anda akan terkuras jika mengandalkan paket kartu provider handphone. Jadi tidak ada salahnya membeli modem internet wireless seperti bolt misalnya khusus untuk di mobil anda. Apabila anda membeli paket premium, anda tentu bisa mendownload lagu untuk didengarkan secara offline. Atau misalnya anda ingin mendengarkan di rumah, tambahkan bluetooth A2DP speaker yang harganya makin terjangkau, untuk dikombinasikan dengan smartphone anda. Tapi dengan keterbatasan memori smartphone, download lagu bukanlah pilihan bijaksana menurut saya. Apalagi kita cepat bosan. Mungkin untuk satu-dua lagu favorit, tapi bukan rakus seperti jaman kita menyimpan lagu di flashdisk atau CD.

Selain DDX9016S, anda juga bisa menggunakan line up Kenwood tahun 2016 seri 7 yaitu DDX7016BT / DDX716WBT untuk memutar Spotify. Head unit yang support memberikan kendali bagi kita untuk menganti lagu melalui remote setir, pause dan play. Kita bahkan bisa memilih lagu berdasarkan selera/genre melalui layar head unit. Jadi murni lepas dari smartphone.

Bagaimana? Apakah anda siap move on dari cara-cara lama? Meninggalkan koleksi lagu yang terbatas pada ukuran flashdisk dan bergabung dengan 100 juta pendengar aktif Spotify. The choice is yours.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s