Tips Memilih Head Unit Double Din Monitor

Jika anda sedang mempertimbangkan membeli head unit double din monitor tapi bingung mana yang cocok dengan kebutuhan, anda mungkin perlu membaca tulisan saya berikut ini. Setelah menggunakan head unit double din aftermarket selama 3 tahun lebih, saya mencoba memberanikan diri untuk berbagi tips bagi anda.

Meskipun kebanyakan mobil baru sekarang sudah mendapatkan head unit monitor dalam paket penjualan tapi tentunya tidak untuk semua tipe. Tipe rendah biasanya masih dapat single din atau double din non monitor. Sementara ada juga yang sudah memberikan head unit monitor namun fiturnya masih kurang.

Perkembangan head unit memang tidak sepesat smartphone, laptop atau HDTV. Tidak heran jika masih banyak pemilik mobil yang hanya fokus di audio, di luar fitur multimedia. Bahkan demi mengejar kualitas audio terbaik, tidak jarang kita melihat mereka tetap bertahan dengan head unit single din keluaran lama. Di era head unit masih single din, ada trend dimana penggemar musik berlomba-lomba mengeluarkan budget puluhan juta hanya untuk mengejar kualitas suara. Budget tersebut dihabiskan untuk melengkapi head unit dengan kabel, processor, speaker, atau power mahal. Hobi upgrade audio seperti luasnya lautan, tidak ada batas kecuali uang di kantong.

Tapi seiring dengan majunya teknologi multimedia, head unit pun ikut kena imbasnya. Munculah head unit monitor yang bisa memainkan berbagai format audio dan video digital. Teknologi penyimpanan melalui CD/DVD mulai ditinggalkan. Importir head unit monitor dari Tiongkok jeli melihat hal ini. Mereka membawa head unit yang support bermacam-macam media. Mulai dari support video full HD, GPS, TV analog hingga mirroring smartphone. Harganya murah, dengan kualitas audio di bawah head unit branded, tapi punya fitur berlimpah.  Head unit menjelma menjadi hiburan keluarga yang bisa memberikan tampilan visual, menggeser kualitas audio yang dulu jadi trend dan dagangan utama toko audio.

Setidaknya ada dua pilihan brand yang bersaing di pasaran yaitu keluaran Jepang dan Tiongkok. Dari Jepang hadir Kenwood, Pioneer, Sony, Alpine & Clarion. Sedangkan dari Tiongkok, baik itu rakitan lokal atau impor utuh, bertebaran nama-nama seperti M-tech, AVT, Nakamichi dan banyak sekali nama asing yang mungkin baru pertama kali kita dengar. Mereka bahkan hadir mulai dari kelas harga <1 juta.

Untuk head unit asal Jepang, sebenarnya hanya ada dua pemain utama yaitu Kenwood dan Pioneer. Alpine dan Clarion punya segmen market yang sangat kecil mengingat harganya yang sangat mahal. Di luar produk aftermarket, Kenwood sukses bekerja sama dengan banyak pabrikan mobil seperti Honda, Toyota, Isuzu dan Nissan dalam menghadirkan head unit buatan mereka ke sejumlah mobil sejuta umat seperti Mobilio, BR-V, HR-V, Yaris, Sienta, Innova, hingga Grand Livina. Sementara Pioneer tetap dengan pasangan sejatinya yaitu Toyota.

Fitur smartphone mirroring Kenwood yang sulit ditandingi dan kemudahan bekerjasama dengan remote audio setir tanpa harus menambahkan modul jadi andalan untuk memikat pabrikan mobil. Mereka bahkan punya brand yang diposisikan di bawah Kenwood yaitu JVC khusus untuk mobil tipe terendah (Kenwood merger dengan JVC, menjadi JVC Kenwood). Semua mereka sabet tanpa kecuali. Sementara untuk head unit monitor, Pioneer tetap berjuang di produk aftermarket sehingga rasanya sulit untuk menandingi Kenwood. Kedua brand ini konsisten mengeluarkan line up produk lengkap setiap tahun sehingga layak dikatakan sebagai penguasa pasar. Brand terkenal lain tidak ada yang sanggup mengeluarkan line-up sebanyak dan serutin mereka setiap tahun.

Kita juga harus jeli dan jangan sampai salah beli produk lama. Kenwood punya siklus tahunan, sedangkan Pioneer biasanya menggunakan semester, layaknya tahun ajaran sekolah. Contohnya Kenwood memberikan kode “17” pada DDX7017BT untuk produk tahun 2017. Pioneer menggunakan kode “95” untuk produk mereka pada masa periode 2016-2017, misalnya AVH-X595BT. Biasanya tiap tahun selalu muncul fitur baru yang tidak ada pada produk sebelumnya. Contohnya tahun 2016, Kenwood menghadirkan fitur spotify, layar capacitive, dan dual camera input pada DDX7016BT saat menggantikan DDX7015BT. Pada tahun 2017, DDX7016BT berganti menjadi DDX7017BT dengan salah satu fitur andalan adalah audio 3-Way.

Nah, buat anda yang sudah tidak sabar, silahkan langsung buka halaman berikut. Kami coba kupas satu per satu fitur penting apa yang harus anda ketahui saat memilih head unit. Jangan sampai menyesal apabila ternyata head unit anda ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi padahal anda sudah mengeluarkan budget yang tidak sedikit.

Advertisements

One thought on “Tips Memilih Head Unit Double Din Monitor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s