DVR Mirror vs 360 Degree 3D HD Bird View Camera

Awalnya sih mau beli DVR versi mirror seperti di #wishlist10. Saya merasa sudah saatnya melengkapi kendaraan dengan DVR sebagai antisipasi andai terjadi sesuatu di jalanan.  Tapi kemudian sempat liat DVR keluaran Kenwood terbaru yaitu DRV-N520 yang support ADAS atau Advance Driver Assistance System. Karena memang tidak ada niat beli seri 9 terbaru, penasaran cari tahu tentang camera ADAS keluaran MTECH.

Bentuknya menarik tapi dibandrol cukup mahal. Apalagi dibandingkan dengan Xiaomi Mi Yi. Tentu saya tidak tertarik pakai Mi Yi yang bentuknya mencolok. Saya khawatir akan memancing niat jahat untuk memecahkan kaca mobil karena bentuknya yang mirip action camera.

Cobalah browsing model tersebut di LN dan ternyata harganya murah…tapi tanpa fitur ADAS. Entah kenapa saya kemudian malah browsing model mirror lagi dan sepertinya sudah fix karena desainnya sangat rapi dan tersembunyi. Selain itu kita juga bisa dapat display dan input rear camera juga. Rencananya rear camera mau saya tukar dengan kamera samping seperti fitur bawaan Accord, Honda LaneWatch. Jadi pemicunya bukan lampu mundur tapi lampu sein.

Saya hanya bingung pilih model yang mana. Awalnya mau yang standar saja. Terus kok versi android menarik juga ya. Tapi yang android ada dua versi juga, dengan OS Android versi 4.4 atau versi 5.0. Selisih harga cuma USD 20. Sampai kemudian jatuh pada android versi 5.0 meskipun kurang begitu suka dengan bentuk layarnya jika dibandingkan dengan versi 4.4 (gambar bawah).

Disaat merasa sudah fixed, tiba-tiba saya berubah pikiran. Tempat parkir kantor yang baru kok sempit banget ya. Untuk keluar masuk begitu repot. Sebetulnya nanti setelah head unit Kenwood terpasang lagi tidak masalah, cuma saja saya jadi tergiur dengan kamera 360 seperti punya Nissan X-Trail dan Pajero Sport. Apalagi sekarang sudah ada versi 3D. Nah, kamera model ini ternyata juga berfungsi sebagai DVR. Dari pada repot-repot ganti spion tengah yang harganya lumayan kenapa tidak sekalian saja pakai model 360°.

Ada dua pilihan untuk kamera 360° versi 3D yaitu dengan kualitas rekaman VGA (resolusi 720×480) dan HD. Selisih harganya USD 100. Jika hanya untuk kamera biasa mungkin tidak perlu kualitas HD, tapi untuk rekaman rasanya tanggung jika memilih kualitas VGA. Tentu harga bisa lebih mahal lagi jika dihitung dengan biaya bea cukai.

Ada sedikit masalah saat pasang kamera jenis 360° yaitu terlalu banyak bikin lubang. Berbeda dengan versi aftermarket keluaran MTech untuk Pajero Sport, kita harus membuat lubang di spion kiri dan kanan. Kemudian membuat jalur kabel yang kalau liat video di bawah ada empat jalur.

Sebenarnya punya Lancer EX masih ada nganggur 3 jalur milik lampu sein (2, 3, dan 4). Lima jika termasuk milik heated mirror yang batal dipasang akibat tidak ada arus (no. 1 dan 5). Mungkin kalau semangat nyari masalahnya ya tinggal pasang aja. Jadi praktis tinggal tiga saja. Artinya ya harus bikin lubang.

Satu lagi kendalanya, versi ini tidak menggunakan tombol seperti milik Pajero Sport tapi menggunakan remote infra red. Artinya saya masih harus memecahkan cara kerja remote ini apakah bisa digantikan dengan tombol seperti halnya X-Trail dan Pajero Sport. Secara teori sih pasti bisa ya, tapi kan jadinya kerja tambahan.

Saya cenderung beli kamera 360° meskipun harganya dua kali lipat tapi masih kepikiran soal jalur kabel. Rasanya belum rela bikin lubang seperti di video BMW…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s