Pakai Smartphone Android Sebagai Head Unit

Ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya berjudul Mimpi Head Unit Android. Salah satunya adalah menggunakan Smartphone Mi Max keluaran Xiaomi yang punya ukuran 6,44 inci. Sebetulnya konfigurasi ini hanya sementara saja, sambil menunggu Kenwood versi USA yang support iDatalink terpasang. Pesanan sudah datang namun display ternyata rusak dan harus diganti terlebih dahulu. Saya order barang seken agar murah namun ternyata penjualnya tidak profesional. Terpaksa menunggu lebih lama lagi sambil tetap pakai smartphone Mi Max.

Tadinya saya tidak ingin menulis cerita ini tapi kemudian berubah pikiran karena ternyata enak juga ya pakai android sebagai head unit. Semua yang kita butuhkan telah tersedia. Pemutar lagu, video, GPS dan segudang aplikasi bisa kita peroleh. Mungkin nanti jika saya beli mobil satu lagi, akan saya pertimbangkan memasang head unit android. Apalagi spek head unit android sudah mulai tinggi dan masuk akal.

Enaknya pakai smartphone sebagai multimedia player, kita tidak perlu mencopot head unit bawaan. Cukup pindahkan source ke AUX dan tinggal pakai bluetooth receiver. Untuk menghidupkan receiver bisa menggunakan powerbank jadul. Awalnya saya colok langsung ke car charger tapi ternyata bunyi berisik. Rupanya charger mobil tidak bisa nempel langsung ke bluetooth receiver. Karena dari receiver ke AUX lewat kabel akibatnya arus listrik dari mobil langsung masuk ke head unit dan  “mencemari” suara. Untungnya saya punya banyak powerbank jadul. Sekarang kan sudah era Quick Charge 3.0 sehingga otomatis powerbank tersebut tidak terpakai karena proses charging jadi lama sekali.

Ada sedikit masalah jika anda pakai konfigurasi ini. Kebetulan kan ini bluetooth receiver murah jadinya ya kualitasnya kurang baik. Untuk menikmati video ada jeda sekian detik. Misalnya nonton video musik milik Isyana yang saya download dari youtube, bibir dan suara jadi tidak sinkron. Agar pas, harusnya saya beli bluetooth receiver aptX Low Latency yang harganya lumayan. Saya harus impor langsung dari luar negeri kalau mau dapat harga yang relatif murah.

Kedua, kualitas suara Mi Max ternyata terasa bedanya dengan LG G5 saat memutar Spotify. Apalagi ditambah penggunaan bluetooth receiver yang tidak support aptX. Untuk mengatasi masalah ini, saya biasanya memutar Spotify lewat LG G5 dan langsung colok jack AUX atau tanpa bluetooth receiver. Untuk video tetap lewat Mi Max plus bluetooth receiver. Toh saya gak fokus liat bibir Isyana. Beda dikit dimaafkan kok.

Untuk mengganti video, pause atau merubah volume tanpa harus menyentuh layar, saya menggunakan tombol bluetooth khusus. Awalnya saya mengincar model lain yang lebih manis dan berbentuk bulat, tapi ternyata barang tersebut kosong di semua situs belanja online lokal. Karena cuma ada satu alternatif, terpaksa beli yang model kotak. Posisi aslinya adalah di setir tapi belakangan saya merasa terganggu dengan ukurannya. Akhirnya saya letakan di gagang pintu.

Manfaat yang paling besar dari android adalah GPS online. Jalur ke kantor biasanya lewat patung Pancoran yang sedang macet-macetnya akibat pembangunan jalan layang. Saya jadi punya pilihan alternatif jika rute tersebut macet total. Cukup pencet gambar mic terus ucapkan lokasi yang kita pilih. Selama internet lancar dan setting language sudah pilih Indonesia, tidak bakal salah kok. Saya sampai terkagum-kagum melihat akurasinya. Apabila kuota internet habis, saya pakai google maps yang sudah saya download petanya secara manual di kantor. Jadi tidak butuh internet lagi. Cukup update peta sebulan sekali agar tidak terhapus otomatis.

Fungsi lain yang cukup penting tentunya adalah TPMS. Sebelum jalan tinggal nyalakan dan kita bisa selalu memeriksa tekanan angin ban kapan saja. Dari sinilah saya tahu bahwa tekanan ban tidak statis. Selalu berubah mengikuti temperatur.

Terakhir, yang paling penting adalah bisa baca torque apps. Ini penting buat pemilik Lancer EX yang sering mengalami slow down. Pertama tentu saja anda harus ganti oli CVT karena slow down harusnya tidak muncul kalau oli CVT anda masih baik. Tapi jika anda terlalu “kikir” untuk ganti oli CVT dan sering ngebut, ya dipantau saja temperaturnya. Cukup beli ELM 327 OBD2 yang harganya murah. Saya koneksi kan via bluetooth karena kalau wifi bikin internet off. Mungkin bisa diatur melalui setting agar keduanya jalan tapi karena saya punya dua jenis (bluetooth dan wifi), ya saya pilih yang aman saja. Toh Mi Max support banyak koneksi bluetooth sekaligus.

Oh iya, jika anda ingin melihat temperatur transmisi melalui Torque apps, harus beli versi Pro. Bayar aja pakai pulsa, harganya gak mahal kok. Sebanding dengan fungsinya. Kita tidak perlu was was overheat atau slow down.

Saat malam hari di mana saya hanya ingin dengar lagu dari spotify  melalui LG G5, tampilan layar bisa dimatikan. Meskipun dalam kondisi off, sengaja saya pasang always on AMOLED app. Lumayan bisa liat jam pengganti bawaan mobil yang tertutup oleh Mi Max.

Advertisements

7 thoughts on “Pakai Smartphone Android Sebagai Head Unit

  1. Itu cara nempelin hp nya di layar jam bagaimana om ?? Oia, saya newbie nie ttg head unit kenwood, kebetulan saya pengen beli type ddx 7017 bt untuk dipasang di lancer ex, ada review gk ttg type tersebut. Terus kalau dipasang android tv apa bisa buat gps ?? Sama tv tuner yg recomended apa ya ?? Maaf om banyak nanya hhh.. terimakasih…

    Like

    • itu cuma seni nyelipin aja om. Tinggal beliin karet di supermarket bangunan, biasanya sih alas kaki meja, trus potong sesuai ukuran rongga display pakai cutter. Supaya nempelnya kuat, beli lem korea di toko bangunan. Tempel deh. Dijamin gak bakal goyang alias copot.

      Untuk DDX7017BT, rasanya sudah ada yg review di youtube. Atau main ke forum Kenwood di modcom. Pada dasarnya sama aja dengan seri 7 sebelumnya yang pernah saya pakai DDX7015BT (2015). Bedanya ada penambahan spotify dan layar capacitive di tahun 2016. Tahun 2017, dapat lagi lungsuran dari seri atas, setting 3 way. UI juga berubah sedikit, jadi sama dengan seri 4, sehingga equalizer nambah dan bisa AV Out via USB ke display lain seperti head rest.

      Android TV + GPS bisa, liat aja posting2 saya sebelunya. TV Tuner kalau mau stabil cari yang antennanya banyak.

      Like

  2. Oia satu lagi om, Diseri 7017 bisa putar video 720p via flashdisk gk ? Maksud saya harus diconvert dulu atau kita tinggal colokin ke head unit, nanti head unit sudah convert sendiri ke versi lebih rendah kalau tidak bisa video 720p

    Like

    • Sebenarnya untuk urusan fitur, sudah banyak saya ulas di sini. Jadi seri 7 belum bisa mutar video HD lewat USB. Itu cuma bisa di seri 8/9. Makanya solusi mudah agar bisa menikmati video HD di tulisan tersebut, bagi seri 7 adalah pakai android TV.

      Like

  3. om motolola ikutan nambah tanya ya dari mas yuda diatas..
    mau gantu HU, tertarik sama ddx 717wbt biar pas saya pake innova soalnya.
    fitur yang dimau;
    1. Play film HD dari HDD external,
    jawabannya kan pake android TV. nah yang jadi pertanyaan nya kalau pake android yang tv box terus kita coloknya pake ac inverter aman gak dibanding pake android TV stick ?
    kalau play film HD source dari android TV di headrest bisa muncul juga gak?
    2. nonton tv digital
    pengen nya pake asuka tapi lumayan bgt harganya, atau ada opsi tv tuner yang antena nya banyak selain asuka?
    kalau pake mygica TV yang om share tahun2 lalu pake antena bulet yang gede itu ada kelemahannya gak ?mengingat antena nya kan cuman satu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s