My Red Lancer EX

Akhirnya tibalah saatnya berganti kendaraan. Awalnya saya ingin mengganti Galant Hiu saya dengan mobil sekelas yang lebih baru. Pilihan waktu itu jatuh ke Mazda6 merah SKYACTIV yang begitu mempesona. Rasanya tidak ada yang lebih pantas selain Mazda6. Ia lebih kencang, lebih irit, lebih tampan, lebih canggih, lebih baru dan yang terpenting sanggup meminum bensin RON 90 yang merupakan standar Jepang. Dengan semangat ’45, saya mengunjungi dealer terdekat untuk melihat langsung wujud kuda perang idaman tersebut. Sambil melihat saya pun meminta brosur sekaligus membuat perbandingan spek dengan Galant Hiu. Saya shock melihat ia lebih panjang 23,5 cm dan lebih lebar 10 cm dari Hiu. Saya lupa bahwa ukuran mid size sedan terus membesar setiap generasi!

Rumah saya masuk jalan kampung yang cukup sempit. Apabila papasan dengan tetangga seringkali Hiu kesulitan karena terkadang ia kurang berani untuk menempatkan mobilnya mepet ke pinggir. Belum lagi moncong Hiu saat parkir, menyeruak keluar hingga ke jalanan komplek. Apa jadinya jika ditambah panjang dan lebarnya. Satu-satunya solusi agar saya bisa memiliki Mazda6 adalah pindah rumah!!

Mimpi Mazda6 pun terpaksa saya kubur dalam-dalam. Belum waktunya pikir saya. Kemudian keluarlah wacana dari Gubernur DKI baru terpilih saat itu, Jokowi,  untuk memberlakukan nomor ganjil/genap. Rencana pun akhirnya berubah. Kenapa tidak membeli satu lagi dan tetap mempertahankan si Hiu. Akhirnya keputusan dibuat, Outlander Sport jadi pilihan untuk mengantisipasi ganjil genap. Ia tampan, sanggup melibas jalan jelek dan harganya terjangkau. Saya prediksi bahwa OS akan menjadi mobil laris di kelasnya. Dugaan tersebut terbukti benar, karena ia begitu populer dan menjadi salah satu SUV terlaris di kelasnya.

Genap setahun setelah OS menemani Hiu, munculah masalah baru. Saya merasa Hiu sudah terlalu lama bersama saya. Ia memang bisa diandalkan, tetapi tetap saja mobil berumur. Butuh perhatian lebih dibandingkan mobil baru. Terkadang jika ada part yang rusak karena umur, saya mulai berpikir untuk mengganti mobil biar tidak usah pusing. Padahal dulu saya dengan senang hati menemani Hiu ke bengkel langganan. Sejak OS datang, walau Hiu tetap menjadi mobil harian, rasa “cinta” itu mulai pudar. Jika dulu Hiu selalu saya cuci dengan tangan sendiri, sekarang sudah mulai malas. Dulu, jangankan membawa ke tempat cucian mobil, Hiu saya biarkan saja kotor karena takut lecet dan menunggu waktu yang tepat agar bisa saya cuci sendiri. Tapi itu dulu.

Saya pun mulai berfikir untuk menukar Hiu dengan yang lebih baru. Tentunya bukan Mazda6, karena saya harus pindah rumah. Artinya saya harus turun kelas ke mobil yang lebih kecil. Saya senang mobil yang kencang, tampan dari bawaannya (tanpa harus modif eksterior) dan harus merah. Pengalaman menggunakan OS yang bisa dimodif ETACS-ECU nya sehingga memudahkan saat menambah fitur yang dicopot oleh pabrikan (agar harga murah dan terjangkau) akhirnya mengarahkan saya pada Lancer EX. Dia tidak sekencang dan senyaman Galant Hiu yang kelasnya di atas Lancer, tapi ia memenuhi beberapa kriteria diatas. Andaikan ada Mazda3 sedan SKYACTIV, mungkin pilihan akan menjadi rumit. Tapi Lancer EX melenggang hampir tanpa alternatif lain.

Maka mulailah saya mengamati pasar mobil bekas untuk Lancer EX. Rupanya ada dua pilihan tahun yang tersedia di pasaran, yaitu 2008 dan 2010. 2008 ada dikisaran 210jt (seharga Honda Jazz baru) dan 2010 masih di angka 240-260jt. Masalahnya tidak banyak yang menjual warna merah. Rata-rata warna hitam. Warna yang “mati” menurut saya. Selain menyembunyikan lekuk body, ia kurang bisa mengangkat pamor mobil agar terlihat lebih sporty. Rasa galau pun terus berkecamuk, apakah menyerah dan memilih hitam atau terus menunggu. Saya sempat test drive Lancer EX warna grey di showroom milik teman pemilik Hiu, tapi warna grey sama sekali tidak memikat saya. Mirip mobil polisi dan tidak eksklusif. Saya juga sempat sekali menemukan warna merah di Lampung tapi bodynya menyedihkan. Sudah tidak orisinil. Sepertinya pemilik lamanya adalah anak muda yang gemar modif. Sebagai pencinta produk orisinil, ia jauh dari kriteria saya. Hampir putus asa dan memutuskan untuk memilih warna hitam, sampai seorang rekan pemilik bengkel dan pengurus klub mobil mengingatkan bahwa “Lancer EX ya merah”, saya pun bertekad bulat untuk menunggu.

Momen itu akhirnya datang juga. Memang benar kata pepatah,”Good things come to those who wait”. Patience is a virtue, my friend. Setelah ikutan posting di forum Lancer EX kaskus, munculah info dari rekan-rekan di sana bahwa ada sebuah Lancer EX warna merah yang sedang dijual. Tanpa pikir panjang, tempat itu langsung saya datangi keesokan harinya. Hanya butuh waktu dua hari sejak itu, akhirnya Lancer EX pun berhasil saya pinang. Berikut adalah kutipan postingan saya setelah Lancer EX berhasil saya pinang:

yuk..besok? bukber? Habisnya udah lama nungguin warna merah, pas ada kesempatan langsung hajar.

Sedikit review dari saya pemilik OS, bila membandingkan dengan Lancer EX ada beberapa kekurangan yang rencananya bakal saya pasang:

1. Spion tidak bisa lipat sementara OS sudah. Mungkin nanti saya beliin yang pake motor punya Evo X plus switch. Mau belajar dulu di forum2 luar apa bisa menambahkan motor saja atau harus beli assy. Kl switch bisa pake punya OS karena sama.
2. Tidak ada sensor mundur. Mungkin saya agak sayang ya bobok bemper belakangnya jadi mungkin bakal pasang rear camera saja. Sudah liat beberapa camera khusus lancer EX di situs belanja online di luar, mungkin rekan2 ada yg sudah pakai dan bisa kasih rekomendasi mana yang terbaik? Kabar buruknya, terpaksa ganti head unit layar double din nih. Kira2 framenya udah ada yg jual gak ya? atau harus beli di luar? beda gak ya setir kiri dan kanan?
3. Head lamp saya liat masih belum proyektor. Rencana mau ganti pake punya Evo X yg sudah proyektor plus pasang auto leveling/manual levelling (kalo yang auto mahal terpaksa manual pake switch kayak OS tipe GLS/GLX). Masih bingung juga sih atau ganti pake yang aftermarket aja ya..soalnya keren2 dan sudah ada angel eyes/LED untuk DRL. Mungkin ada yang sudah pasang dan bisa sharing kualitas lampunya terang atau cuma keren aja (tapi tidak terang)
4. Rencana mau dipasangin cruise control, shark fin antenna dan disetting autolock. Sekalian pasang hood damper kayak OS. Kira2 udah ada belum ya untuk Lancer EX di pasaran?
5. Pasang switch handsfree buat terima telp (tapi syaratnya sudah ganti HU yg bisa bluetooth)
6. Pasang sensor autolight biar bisa nyala sendiri pas gelap dan mati sendiri pas hari sudah terang (ini rencananya belakangan aja)
7. Mohon arahan dari suhu2 sekalian apa yang wajib saya pasang tapi belum masuk list saya. terimakasih..
8. Tambahan..ketinggalan tadi. Kalo liat layar MIDnya mirip banget punya OS GLS/GLX alias masih monochrome. Rencana mau ganti speedo yg versi kayak OS PX deh yang sudah berwarna. Saya liat Lancer EX facelift diluar (yg moncong dan bemper nya sudah mirip OS) sudah pake tipe ini. list paling akhir nih karena tidak terlalu urgent.

Advertisements

3 thoughts on “My Red Lancer EX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s